Apa itu HOAX ?

HOAX  telah  menjadi perbincangan  di media massa maupun medsos belakangan ini karena dianggap meresahkan publik dengan informasi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya.

Hoax adalah suatu kata yang digunakan untuk menunjukan pemberitaan palsu atau usaha untuk menipu atau mengakali pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu. Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan suatu sebutan yang berbeda dengan barang atau kejadian yang sebenarnya.

Di berbagai negara, hoax pun menjadi tradisi selama acara tertentu dan pada waktu tertentu setiap tahunnya, hoax dilakukan oleh banyak orang dan kelompok dengan tujuan untuk bersenang-senang. Yang paling terkenal adalah Hari April Mop. Walaupun kata hoax sangat populer dan hampir seluruh orang di dunia memahami maksudnya. Tapi kebanyakan orang justru tidak mengetahui bagaimana sejarah penggunaan kata hoax sendiri.

Kata HOAX  Berasal dari

Seorang philologist asal Inggris, Robert Nares (1753–1829), berpendapat bahwa kata 'Hoax' berasal dari kata "Hocus", yang berarti "menipu". Hocus juga merupakan kependekan mantra sulap yaitu "Hocus Pocus". Namun maksud penggunaan kata hoax pada pemberitaan palsu berbeda dengan pada pertunjukan sulap. Dalam pemberitaan palsu, pendengar atau penonton tidak sadar sedang dibohongi, sedangkan pada suatu pertunjukan sulap, penonton justru mengharapkan supaya ditipu.


Salah satu Contoh HOAX
  
Pokemon Go: 'Aku Yahudi'
Begitu Nintendo dan Niantic Labs meluncurkan aplikasi permainan Pokemon Go, semua orang, termasuk masyarakat Indonesia, langsung kecanduan dengan permainan yang mengusung teknologi augmented reality ini.
Ketika pemain tengah "sibuk" menangkap Pokemon dengan perangkat ponsel pintarnya, muncul sebuah isu yang cukup mengagetkan sekaligus menggelitik mengenai Pokemon Go. Isu yang disebar melalui media sosial ini menyebutkan Pokemon Go memiliki arti: Aku Yahudi. Tidak hanya nama aplikasinya saja, nama-nama monster yang ada di dalam game juga disebut mempunyai makna, seperti Pikachu yang berarti: Jadilah Yahudi. Si penyebar hoax menyebut itu adalah arti dalam bahasa Syriac atau bahasa Suryani.

Nintendo sendiri membantah rumor ini dengan menyebutkan Pokemon tidak memiliki keterkaitan dengan agama. Pokemon sendiri berarti Pocket Monster atau monster saku. Bantahan juga diberikan oleh profesor Universitas Al-Azhar, Mohammed abu Laila. Menurutnya, nama karakter Pokemon tidak memiliki bukti yang valid sebagai ajakan yahudi.

 

Related Posts

Apa itu HOAX ?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.